Jasa Konstruksi Gudang Perbedaan Kontraktor Dan Pemborong

Jasa Konstruksi - 27 January 2019, By kontraktor

Jasa konstruksi gudang apakah perbedaan dari kontraktor dan pemborong? Banyak orang yang masih bingung dengan perbedaan antara jasa konstruksi gudang dan pemborong. Pada kenyataannya, kedua jenis pekerjaan tersebut memang sering terlibat dalam proyek pembangunan rumah, jalan, jembatan, atau sarana prasarana lainnya. Tidak hanya pihak swasata, pemerintah pun kerap menjalin hubungan kerjasama dengan pihak – pihak ini. Secara sederhana, ada beberapa perbedaan yang bisa menjadi referensi tambahan agar tidak sampai salah sasaran dalam mengajukan proposal kerjasama. Nama lain dari penyedia jasa jasa konstruksi gudang adalah perancang. Sesuai dengan namanya, maka saat bekerja sama dengan penyedia jasa ini maka yang difokuskan adalah rancangannya. Rancangan yang dibuat pun bisa per partikel sampai global, tergantung pada skala proyek dan poin kerjasama sesuai proposal dan perjanjian.
Bisa jadi, sebuah perusahaan penyedia jasa jasa konstruksi gudang memberikan rancangan untuk rangkaian struktur baja berat pada suatu proyek. Atau mungkin juga rancangan untuk seluruh bangunan gudang mulai dari global hingga ke detail. Tidak hanya untuk proyek berskala besar dan sarana umum, pihak ini juga sering terlibat dalam pembuatan rumah tinggal, toko atau properti pribadi lainnya yang tidak dibangun secara masif. Selain dari skalanya, perbedaan kedua penyedia jasa ini adalah pada keabsahan dokumennya. Karena biasa menangani proyek. Proyek berskala besar, maka jasa konstruksi gudang hampir seluruhnya memiliki sertifikasi kualifikasi usaha yang membuatnya harus menyetorkan sejumlah pajak sesuai aturan PPh pasal 4 (2).
Jasa konstruksi gudang
Tentunya, legalitas ini sedikit berbeda dengan para pemborong. Karena biasa menangani proyek skala kecil maka lisensinya juga tidak sekompleks jasa konstruksi gudang. Bayangkan saja, jika ada sebuah proyek, maka kontraktor harus membuat Rencana Anggaran Biaya atau RAB yang kemudian diajukan bersama Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK). Tidak hanya itu, tenaga yang menangani setiap urusan secara detail harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) sehingga bisa menjamin minimnya resiko atau kesalahan bangun setelah proyek selesai. Minimal pendidikan dari tenaga profesional harus Ahli Madya atau D III di bidang masing – masing. Itulah yang membedakan 2 penyedia jasa ini secara signifikan sehingga dalam pemanfaatann kerjasamanya harus ekstra teliti dan hati – hati.

Jasa Konstruksi Gudang Perbedaan Kontraktor Dan Pemborong | kontraktor | 4.5