Konstruksi Bangunan Rumah Bertingkat Dengan Pondasi 2 Lantai

Kontraktor Rumah - 27 January 2019, By kontraktor

Konstruksi bangunan rumah bertingkat yang memiliki pondasi 2 lantai berikut aturan yang harus dipahami. Rumah 2 lantai adalah jenis bangunan pribadi yang paling banyak dibuat. Mengapa demikian? Karena bangunan ini cukup affodable untuk dibuat penghuni yang secara ekonomi berada di kalangan menengah. Selain itu, ruangan yang ada di lantai 1 juga bisa dimanfaatkan sebagai toko atau showroom. Kemudian, bangunan tersebut dialihfungsikan dari rumah pribadi menjadi ruko atau rumah toko. Itulah alasan banyak orang membuat rumah 2 lantai menjadi pilihn hunian atau rumah sekaligus tempat usaha. Dalam konstruksi bangunan rumah bertingkat, saat direncanakan memiliki 2 lantai maka pondasinya harus kuat. Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia (PPI), terdapat asumsi bahwa daya dukung bangunan jenis ini tergolong sedang atau 2 sampai 5 kg setiap cm2.
Pondasi yang digunakan dalam konstruksi bangunan rumah bertingkat 2 lantai adalah batu kali berukuran lebar 60 cm serta tingginya 60 cm. Pada masing – masing titik kolom ditanam plat 90 cm x 90 cm dengan tebal sisi tepi 12 cm dan tebal bagian tengah 15 cm. Adapun struktur pondasi yang dibuat sehingga bisa mengakomodasi bangunan rumah 2 lantai adalah kolom, sloof, plat beton bertulang serta balok. Dalam pemasangan dinding plester bersusunan batu bata digunakan aci. Penggunaan beton berkomposisi 50 kg semen dibanding 2 pasir dibanding 3 stenslah sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaannya bersifat konvensional.
Konstruksi bangunan rumah bertingkat
Apabila untuk membuat beton tidak dilakukan dengan komposisi konvensional di atas, maka ada juga cara lain dengan aturannya yang cukup mirip. Perbandingan dari bahan – bahannya adalah 1 semen dibanding 3 stenslah. Variasi berikutnya yaitu 1 semen dibanding 3 pasir dibanding 2 stenslah. Ada lagi alternatif lainnya yaitu 1 semen dibanding 2,5 pasir dibanding 2,5 stenslah. Supaya konstruksi bangunan rumah bertingkat terutama untuk pondasinya bisa kuat, maka ada mutu standar yang harus ditaati yaitu K225. Mutu kontraktor lainnya bisa juga 19,04 Mpa sesuai dengan SNI di bidang bahan beton yang ditetapkan pada tahun 2013. Dengan demikian, ketahanan rumah untuk dibuat dengan 2 lantai akan cukup sehingga keamanan penghuninya pun lebih terjamin. Itulah pentingnya perencanaan jumlah lantai konstruksi bangunan rumah bertingkat sebelum membuat pondasi.

Konstruksi Bangunan Rumah Bertingkat Dengan Pondasi 2 Lantai | kontraktor | 4.5