Jasa Konstruksi Baja Ringan Memiliki Tahapan Proyek

Jasa konstruksi baja ringan memiliki tahapan proyek. Sebagai pelaku terhadap pengadaan jasa konstruksi baja ringan serta barang, terkadang kita kurang paham dan kurang mengetahui dengan betul pengetahuan teknik yang seharusnya sudah kita ketahui. Masalah inni tentu menghambat. Karena, tidak jarang terjadi pada suatu kasus dimana suatu pihak secara tiba tiba diminta untuk menangani serta merencakanan suatu pengadaan pekerjaan konstruksi. Ya, walaupun hanya berupa perencanaan bangunan sederhana seperti bangunan tiga lantai, tetap saja ini penting. Oleh karena itu, penulis akan memberikan sedikit penggambaran yang sudah umum dalam hal pengadaan jasa dan pekerjaan jasa konstruksi baja ringan. Dengan kata lain, gambaran ini akan mencangkup tentang apa yang perlu anda ketahui dalam suatu proyek berjalan. Intisari dan benang merah dalam tahapan suatu proyek jasa konstruksi baja ringan biasanya terbagi menjadi :
1. Planning (tahap perencanaan)
2. Design (tahap perancangan)
3. Procurement (tahap pengadaan)
4. Construction (tahap pelaksanaan)
Keempat tahapan di atas akan penulis jabarkan benang merah dan intisarinya di bawah. Tentunya, agar lebih mudah anda memahaminya. Terdengar menarik? Mari langsung bahas di bawah.
1. Planning (tahap perencanaan)
Dalam tahap pertama ini, akan ada beberapa tahapan lagi di dalamnya, antara lain:
1. Laporan survey
2. Studi kelayakan
3. Program dan bugdet
4. TOR (Term Of Reference)
5. Master plan
Bisa dibilang, lima yang penulis jabarkan diatas adalah tahapan. Bisa juga dibilang, kelima poin di atas adalah hasil dari tahapan planning yang dilakukan.
2. Design (tahap perancangan)
Pada jasa konstruksi baja ringan tahap perancangan, juga ada beberapa tahap di dalamnya dan juga hasil akhir yang keluar setelah tahap ini selesai dilakukan, antara lain :
1. Tahap Pra-Desain (Preliminary Design)
2. Tahap pengembangan Desain (Development Design)
3. Desain akhir dan penyiapan dokumen pelaksanaan
Jasa Konstruksi Baja Ringan
3. Procurement (tahap pengadaan)
Tidak seperti poin sebelumnya yang juga memiliki tahapan di dalam tahapan, tahap pengadaan berujuan untuk menentukan kontraktor yang menjadi pelaksana. Di tahap ini, juga ada penentuan sub kontraktor sebagai pelaksana jasa konstruksi baja ringan di lapangan. Yang perlu anda perhatikan, dalam tahap pengadaan, pastikan dokumen sudah jelas dan di teken dari awal sebelum proyek berjalan.
4. Construction (tahap pelaksanaan)
Tujuan dari tahap akhir ini adalah pelaksanaan terhadap proyek setelah melalui tahapan tahapan sebelumnya. Pada tahapan ini, semua tahap perencanaan dan tetek bengeknya harus sudah finish dan selesai. Kenapa? Tidak lain tujuannya agar proyek Jasa pelaksana konstruksi gedung fokus dan selesai dalam tenggat waktu yang sudah dibuat. Penjabaran yang penulis lakukan diatas adalah masalah teknis dalam pengadaan jasa konstruksi baja ringan yang umum ditemui di negara kita, Indonesia. Tidak terlalu sulit, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *