Klasifikasi Grade Perusahaan Konstruksi Memiliki Sistem Berbeda

Klasifikasi grade perusahaan konstruksi memiliki sistem berbeda. Grade perusahaan konstruksi adalah sebuah sistem klasifikasi nilai tender dari proyek-proyek konstruksi yang dilelang. Tujuan dari diadakannya sistem grade ini adalah agar para konstruksi besar maupun kecil sama-sama mampu bersaing dalam lelang. Sehingga tidak ada kecurangan di dalamnya. Baik pemodal kecil maupun besar dari para perusahaan konstruksi itu dapat bersaing secara jujur, adil dan kompetitif sesuai pada pasaran grade-nya. Jadi, dalam suatu lelang proyek konstruksi, pastilah akan selalu diikuti oleh perusahaan yang berada dalam grade yang setara dan sesuai.
Ditetapkannya grade perusahaan konstruksi ini, maka tidak ada lagi terjadi perebutan dan konflik di kalangan para pemborong proyek itu. Proyek dengan nilai besar, hanya dikerjakan oleh perusahaan besar. Begitu pun sebaliknya, proyek pembangunan dengan nilai kecil hanya boleh dikerjakan perusahaan kecil. Aturan ini tentu saja dibuat sendiri oleh pemerintah Indonesia. Kebijakan publik ini sudah diterapkan dan wajib diikuti oleh seluruh perusahaan konstruksi di Indonesia. Melanggar aturan sama saja melanggar hukum dan akan diberi sanksi yang sesuai.
1. Mengenal sistem grade perusahaan konstruksi
Selama ini masyarakat sudah mengenal sistem Grade ini ada 7 macam, mulai dari Grade 1 hingga 7. Di mana rincian besaran nilai tendernya adalah sebagai berikut.
• Rp 30.000.000 : Grade 1
• Rp 60.000.000 : Grade 2
• < Rp 100.000.000: Grade 3
• Rp 100.0000 – Rp 1.000.000.000 : Grade 4
• Rp 1.000.000.000 – Rp 2.000.000.000 : Grade 5
• Rp 2.000.000.000 – Tak Terbatas : Grade 6 dan 7
grade perusahaan konstruksi
2. Sistem klasifikasi grade perusahaan konstruksi
Berikut adalah penjelasan sistem klasifikasi grade perusahaan konstruksi ini sudah berdasarkan peraturan menteri No.08/PRT/M/2011. Berdasarkan peraturan menteri ini, grade konstruksi ditentukan oleh besaran nilai kekayaan bersihnya. Semakin kaya perusahaannya, maka semakin tinggi gradenya. Berikut rincian selengkapnya.
• P : kekayaan bersih senilai Rp 5.000.000
• K1 : kekayaan bersih senilai Rp 5.000.000 – Rp 20.000.000
• K2 : kekayaan bersih senilai Rp 20.000.000 – Rp 35.000.000
• K3 : kekayaan bersih senilai Rp 35.000.000 – Rp 50.000.000
• M1 : kekayaan bersih senilai Rp 50.000.000 – Rp 2.00.000.000
• M2 : kekayaan bersih senilai Rp 200.000.000 – Rp 1.000.000.000
• B1 : kekayaan bersih senilai Rp 1.000.000.000 – Rp 5.000.000.000
• B2 : kekayaan bersih senilai Rp 5.000.000.000 – Tak Terbatas
Itulah penjelasan lengkap mengenai sistem klasifikasi grade perusahaan konstruksi. Jadi jika ingin mengikuti lelang proyek, sebaiknya dicek dulu, berada pada grade manakah perusahaannya.
META
Judul : Sistem Klasifikasi Grade Perusahaan konstruksi.
Deskripsi : Grade kontraktor adalah sebuah sistem klasifikasi nilai tender dari proyek-proyek konstruksi yang dilelang. Tujuan dari Kontraktor apartemen di jakarta diadakannya sistem grade ini adalah agar para konstruksi besar maupun kecil sama-sama mampu bersaing dalam lelang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *