Konstruksi Jalan Rel Keadaan Dan Prinsip Struktur Konstruksi Rel

Konstruksi jalan rel keadaan dan prinsip struktur konstruksi rel. Konstruksi jalan rel-rel adalah salah satu jenis jalan khusus yang hanya bisa dilewati oleh transportasi berupa Kereta Api. Jalan ini khas karena konstruksi jalan rel di indonesia terbuat dari baja kokoh yang mampu menopang besar dan panjangnya kereta api sendiri yang terbuat dari besi. Kereta api sendiri merupakan kendaraan yang umurnya ratusan tua. Sejak nenek moyang sudah mengenal kereta api sebagai alat transportasi yang bebas hambatan. Banyak juga orang yang lebih suka naik kereta api untuk bepergian. Lebih efektif dan efisien. Apalagi kini sudah banyak jenis kereta api yang lebih canggih dan juga lebih memudahkan. Untuk para kontraktor pembuat konstruksi jalan rel di indonesia pun juga memiliki peran yang sangat penting. Mereka harus membangun jalan baja yang paling kuat demi mendukung operasional kereta api.
1. Keadaan struktur konstruksi pada jalan rel
Sebagai pengguna setia kereta api, kita juga harus paham dengan bagaimana keadaan struktur konstruksi pada jalan rel yang bisa dengan kuatnya dilewati banyak kereta api di setiap harinya. Secara umum, struktur konstruksi pada rem kereta api ada 2, yakni struktur atas dan struktur bawah. Pada struktur atas, bentuk fisiknya yang seperti kita lihat. Besi dengan penataan vertikal dan horizontal. Sedangkan untuk struktur bawahnya terdiri dari lapisan tanah, mulai dari tanah dasar sampai lapisan-lapisan yang ada di atasnya sebelum sampai pada pemasangan rel. Maka dari itulah jalan kereta api di buat lebih tinggi daripada batas tanah sekitarnya.
Konstruksi jalan rel
2. Prinsip merapat dan merenggang pada rel pun berlaku
Setelah tanah dasar, lapisan-lapisan yang dipakaikan adalah Tanah Islan, Subbalas, Balas bawah, dan balas atas. Untuk menjadikan bentuk jalan rel di bagian atas, dipasang bantalan-bantalan balas sebelum dipasang besi baja.
Dalam proses pemasangan besi baja ini, tidak dilakukan dengan sembarangan. Ada perusahaan jasa konstruksi jakarta yang harus dipahami, sehingga prinsip merapat dan merenggang pada rel pun berlaku. Saat kereta akan lewat, rel akan merapat, sedangkan kontraktor jalan dan jembatan saat istirahat tidak dilewati, rel akan merenggang. Tebalnya lapisan jalan rel membuat konstruksi jalan rel di indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi kekuatannya. Kereta api bisa melintas dengan mulus di atasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *